InfoBKL.com - Menyajikan Informasi Menarik Seputar Bengkulu dan Sekitarnya

7 Jenis Alat Musik Bengkulu yang Masih Eksis Saat Ini

alat musik dol bengkulu

Tahukah kamu bahwa di Bengkulu, dalam berbagai acara pesta adat serta pernikahan antara pria dan wanitanya, penduduk setempat menggunakan alat musik yang sudah menjadi ciri khas mereka. Seperti halnya daerah lain, Bengkulu pun memiliki beberapa alat musik zaman dulu yang harus kamu ketahui.

Seni dan hiburan memang menjadi sebuah kebutuhan masyarakat Bengkulu dari dulu hingga sekarang. Masalah pengertian dan cara memainkan alat musik tradisional dari Bengkulu masih dapat dipelajari oleh siapa saja.

Apalagi di zaman modern ini, sudah banyak media yang digunakan rujukan mempelajari alat musik, dapat melalui internet atau mengundang guru kesenian ke rumah. Namun, apakah masih ada orang zaman sekarang yang ingin belajar alat musik tradisional? Selama kita masih menjaganya, maka budaya ini akan tetap lestari.

Nah, untuk menambah pengetahuan. Berikut ini akan dijelaskan beberapa jenis alat musik Bengkulu yang masih eksis saat ini. Yuk, simak penjelasannya secara lengkap di bawah ini!

Akordion atau Harmonium

Akordion memiliki bentuk persegi panjang, bahannya tercipta dari kayu, kertas, alumunium dan besi. Alat musik ini menggunakan teknik assembling, dekorasi ukir, ornamen geometris, sulur daun dan aksesoris tombol tiga buah.

Cara memainkan alat musik ini adalah dengan menekan tombol pembuka lidah-lidah yang bergetar oleh angin yang dipompa. Alat musik ini dipakai sebagai alat kesenian tradisional dan ditemukan di Pal VII Kabupaten Rejang Lebong Provinsi Bengkulu.

Serunai

Serunai merupakan alat musik tradisional daerah bengkulu yang sudah banyak tersebar di daerah Indonesia. Serunai dikenal sebagai alat musik tiup tradisional dari Minang. Alat musik ini terkenal merata di Sumatera Barat, yang paling utama di bagian dataran tinggi seperti di daerah Agam, Tanah Datar dan Lima Puluh Kota, serta di sepanjang daerah pesisir pantai Sumatera Barat.

Di daerah Bengkulu, Serunai merupakan salah satu alat musik tradisional daerah Bengkulu yang banyak dipakai dalam berbagai acara adat, seperti upacara pernikahan Belarak, musik pengiring tari pedang yang umumnya diiringi pula dengan lantunan suara Gendang dan yang lain.

Bunyi dari alunan alat musik Serunai ini sangat berciri khas dan berbeda dari bunyi alat musik tiup yang lain. Maka dari itu, tak aneh lagi bila masyarakat asli Bengkulu sangat menikmati alunan musik serunai.

Dol

alat musik dol bengkulu

alat musik dol bengkulu via tobokito.com

Dol adalah sebuah alat musik tradisional yang mempunyai sejarah lumayan sakral dan digunakan dengan cara dipukul. Pada zaman dahulu, Dol hanya dimainkan pada waktu perayaan Tabot, untuk rangka mengenang wafatnya cucu Nabi Muhammad SAW.

Penabuh dol juga tidak sembarang orang, tetapi harus dari keturunan tabot, yakni penduduk Bengkulu keturunan India yang biasa dipanggil sipai. Dol memang dikenalkan pertama kali oleh masyarakat Muslim India yang datang ke Indonesia dibawa oleh Pemerintah kolonial Inggris yang waktu itu mendirikan Benteng Marlborough.

Mereka lalu menikah dengan orang lokal Bengkulu dan garis keturunannya disebut sebagai keluarga tabot. Sampai tahun 1970-an, musik dol hanya diizinkan dimainkan oleh orang-orang yang mempunyai hubungan darah dengan keluarga tabot tersebut.

Sekilas bentuk dol seperti bedug. Bentuknya yang setengah bulat lonjong dan dihiasi ornamen warna-warni. Dol tercipta dari kayu atau bonggol kelapa yang ringan, tetapi kokoh atau kadang pula terbuat dari kayu pohon nangka. Bonggol pohon kelapa tersebut dilubangi dan pada bagian atasnya ditutupi kulit sapi ataupun kulit kambing.

Diameter dol paling besar dapat mencapai 70-125 cm dengan tinggi 80 cm serta alat pemukulnya berdiameter 5 cm dan panjangnya 30 cm.

Kulintang

Gambar 2 Kulintang adalah alat musik tradisional Bengkulu yang tercipta dari barisan gong-gong kecil rapi disusun mendatar dalam sebuah wadah terbuat dari Kayu. Kulintang umumnya dimainkan bersama dengan gong dan alat musik modern. Tempat alat musik ini tercipta dari kayu yang kokoh dan ringan sehingga dapat menghasilkan suara yang indah. Nama alat musik tradisional Bengkulu ini pun menyerupai Kolintang yang ada dalam gamelan jawa.

Tessa

Tessa merupakan alat musik tradisional Bengkulu yang bentuknya serupa Rebana. Bahan alat ini berasal dari tembaga, besi plat atau alumunium dan bisa juga dari kuali yang permukaannya ditutupi oleh kulit kambing yang sudah dikeringkan. Alat musik ini dipakai bersama dengan Dol, untuk acara Tabot.

Gendang Panjang

Gendang panjang adalah alat musik yang terbuat dari kayu, kulit binatang, rotan. Alat musik ini membentuk silindris dengan kepalanya yang ganda. Gendang panjang memiliki fungsi yang sama sama dengan serunai yakni dimainkan untuk upacara bimbang gendang di pernikahan adat Bengkulu, alat musik inipun dimainkan untuk mengiringi penyambutan tamu.

Redap

Alat musik Redap merupakan alat musik yang pembuatannya dari kayu, rotan dan kulit binatang. Redap mirip dengan rebana, kehadirannya di Bengkulu sudah ada lebih dulu daripada dengan dol. Biasanya, alat musik ini digunakan untuk mengiringi kesenian Safaral Anam, yang merupakan sebuah kesenian untuk mengalunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an pada waktu upacara bimbang gendang, yang kemudian dimainkan bersamaan dengan Gendang panjang dan Serunai.

Demikianlah, ulasan beberapa jenis alat musik Bengkulu yang masih eksis saat ini. Perkembangan zaman membuat semua berganti lebih mudah, apalagi dengan seni yang sekarang fungsinya dapat diganti oleh perangkat elektronik atau bahkan menggunakan komputer untuk menciptakan suara. Semoga artikel ini dapat membantumu dalam mempelajari budaya lokal dari bengkulu. Selamat belajar!


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *